Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMS

Semarak Bulan Bahasa: Ikhtiyar PBSI FKIP UMS untuk Menghidupkan Bahasa Indonesia untuk Menguatkan Identitas Bangsa

Bulan Oktober selalu menjadi momen istimewa bagi para pecinta bahasa dan sastra. Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan inspiratif dengan mengusung tema “Menghidupkan Bahasa Indonesia untuk Menguatkan Identitas Bangsa.”

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang peran bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu bangsa dan penjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi. Melalui bahasa, masyarakat Indonesia dapat mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat jati diri di tengah tantangan modernitas.

Acara tersebut menghadirkan Ngadiyo, S.Pd., M.Pd., CEO sekaligus Founder CV. Diomedia, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Ngadiyo menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat literasi dan kreativitas dalam berbahasa. Ia menyampaikan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium ekspresi budaya dan pemikiran bangsa. “Bahasa Indonesia akan hidup bila digunakan secara kreatif dan produktif oleh generasi muda,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gallant Karunia Assidik, S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi PBSI FKIP UMS, yang memberikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dalam merayakan Bulan Bahasa. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa nasional. “Kita perlu menguatkan kesadaran bahwa bahasa Indonesia adalah identitas dan kekuatan kita sebagai bangsa. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memaknai nasionalisme dari sisi kebahasaan,” tuturnya.

Selain seminar utama, kegiatan Bulan Bahasa PBSI 2025 juga dimeriahkan dengan pameran buku dan pameran karya mahasiswa, yang menampilkan cerpen dan puisi sederhana hasil karya mahasiswa PBSI. Pameran ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya masih diminati ditengah mahasiswa enggan untuk berkarya. Setiap karya yang dipamerkan memuat pesan-pesan moral, sosial, dan nasionalisme yang dikemas dalam bahasa yang indah dan menggugah.

 

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan kebahasaan mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia industri kreatif. Dengan menggandeng praktisi seperti Ngadiyo dari CV. Diomedia, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa bahasa memiliki nilai ekonomi dan potensi besar dalam industri penerbitan, media, dan konten kreatif.

Melalui penyelenggaraan Bulan Bahasa 2025 ini, PBSI FKIP UMS berhasil menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan bahasa Indonesia sebagai wujud penguatan identitas bangsa. Semangat literasi, kreativitas, dan nasionalisme yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang, sehingga bahasa Indonesia benar-benar menjadi rumah bagi pemikiran, budaya, dan jati diri bangsa Indonesia.

Scroll to Top