Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMS

Dosen PBSI Raih Penghargaan Makalah Terbaik dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-47 di Universitas Muhammadiyah Purworejo

Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dr. Main Sufanti, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMS, berhasil meraih penghargaan makalah terbaik dalam ajang Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-47 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) pada 29–30 Oktober 2025 di Morazen Hotel YIA, Kulon Progo.

Makalah berjudul “Eksistensi dan Urgensi Pembelajaran Teks Cerita Perjalanan di Sekolah” tersebut dinilai unggul karena mengangkat isu aktual dalam pembelajaran sastra di sekolah, sekaligus memberikan tawaran model pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan kurikulum Merdeka Belajar. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Dr. Main Sufanti dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Kegiatan PIBSI ke-47 ini mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Kampus Berdampak”, dan diikuti oleh sekitar 100 pemakalah serta 195 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ajang tahunan berskala nasional ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, dosen, dan peneliti untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil riset, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi di bidang kebahasaan dan kesusastraan.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya PIBSI sebagai ruang produktif untuk pertukaran gagasan dan pembaruan paradigma pembelajaran Bahasa Indonesia di era global. Dukungan juga datang dari Asosiasi Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) yang memandang kegiatan ini sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara asosiasi dan lembaga pendidikan tinggi, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Pada hari pertama, dua tokoh nasional hadir sebagai pembicara utama, yakni Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta) dan Dr. Sudaryanto, salah satu pendiri PIBSI. Sesi ilmiah berlangsung dinamis dan inspiratif, disemarakkan dengan penampilan seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa UMPWR seperti Tari Sambut, Musikalisasi Puisi, dan Teater Surya yang menampilkan karya bertema bahasa dan budaya.

Sesi paralel yang digelar pada malam hari terbagi dalam tiga bidang, yakni pembelajaran bahasa dan sastra, kebahasaan, serta kesusastraan. Para ketua program studi juga mengadakan pertemuan untuk memperkuat jaringan akademik dan menyusun agenda kerja sama lintas institusi.

Memasuki hari kedua, kegiatan menghadirkan tiga narasumber nasional, yaitu Dr. Ganjar Harimansyah (Sekretaris Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikdasmen), Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. (Guru Besar Universitas Sebelas Maret sekaligus Sesepuh ADOBSI), dan Dr. Junaedi Setiyono, M.Pd. (sastrawan dan dosen UMPWR). Diskusi berfokus pada arah dan strategi transformasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Keberhasilan Dr. Main Sufanti meraih penghargaan makalah terbaik tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan karya akademik unggul dan berdampak. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika PBSI FKIP UMS untuk terus berinovasi, menulis, dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan bahasa dan sastra Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

“Prestasi ini membuktikan bahwa dosen PBSI UMS mampu bersaing secara ilmiah dan berkontribusi nyata dalam memajukan pendidikan bahasa Indonesia yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar salah satu rekan sejawat Dr. Main Sufanti seusai penutupan kegiatan PIBSI ke-47.

Apresiasi atas pencapaian ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat kolaboratif dan produktivitas akademik di lingkungan FKIP UMS. Melalui semangat ilmiah dan dedikasi dosen-dosen terbaiknya, PBSI FKIP UMS terus menunjukkan kiprahnya sebagai rumah intelektual yang aktif membangun peradaban bahasa dan sastra yang berkemajuan

Scroll to Top