Menjelang pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meneguhkan komitmennya untuk membangun keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas. Melalui kegiatan Pengajian FKIP UMS, seluruh sivitas akademika diajak untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan semangat untuk berikhtiar dalam memajukan fakultas tercinta ini.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum., seorang tokoh Muhammadiyah yang dikenal luas dengan pemikiran kebangsaan dan keteladanannya, berlangsung penuh khidmat. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara amal spiritual dan amal intelektual.
“ilmu tanpa iman akan melahirkan kesombongan, sedangkan iman tanpa ilmu akan menjadikan seseorang mudah tersesat arah.”
Pesan ini seakan menjadi pengingat mendalam bagi seluruh sivitas akademika FKIP UMS untuk senantiasa menautkan setiap langkah akademik dengan nilai-nilai ketauhidan.

Kegiatan pengajian juga dihadiri oleh Rektor UMS periode sebelumnya, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dan Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum. beserta jajaran wakil dekan lainnya. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi simbol sinergi antara kepemimpinan akademik dan spiritualitas dalam mentransformasi kampus yang unggul. Islami dan berkemajuan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Anam Sutopo menyampaikan rasa syukur atas capaian FKIP yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa mencapai kenaikan hingga 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian ini bukan semata hasil kerja keras segelintir orang saja, tetapi juga buah hasil dari doa, ikhtiyar dan semangat dari seluruh keluarga besar FKIP UMS.
“Peningkatan ini harus menjadi motivasi kita bersama untuk terus menumbuhkan etos kerja maksimal, berlandaskan keikhlasan dan profesionalisme,” tuturnya.

Momentum pengajian menjelang UTS ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan akademik tidak hanya diukur dari prestasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana seluruh sivitas akademika mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam keseharian. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa FKIP UMS bukan hanya tempat mencetak insan yang unggul . Dengan sinergi antara ilmu, iman, dan amal, FKIP UMS terus berikhtiar mewujudkan cita-cita besar pendidikan yang memanusiakan manusia, sejalan dengan misi dakwah Muhammadiyah dalam menegakkan Islam berkemajuan.