Sarasehan Mahasiswa Baru (Sarasmaru) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali digelar sebagai bagian dari proses pembinaan awal bagi mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung di kawasan sejuk Tawangmangu ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter, identitas, dan komitmen moral mahasiswa PBSI.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Drs. Zainal Arifin, M.Hum., selaku Unit Penjaminan Mutu Prodi PBSI yang mewakili pimpinan program studi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai insan akademik yang aktif, inovatif, dan cerdas. Menurutnya, mahasiswa PBSI harus mampu mengambil bagian dalam dinamika perguruan tinggi dengan menghadirkan gagasan, kreativitas, serta kontribusi positif dalam setiap kegiatan.

“Mahasiswa PBSI FKIP UMS hendaknya menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi kesantunan dalam bersosial, beretika, dan menjaga nama baik almamater,” pesan beliau. Penegasan tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai dan capaian ilmiah, tetapi juga dari perilaku dan integritas mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Sarasmaru ini menjadi wadah penting untuk meneguhkan identitas mahasiswa sebagai calon pendidik dan insan bahasa. Melalui sesi-sesi pembinaan, diskusi, dan kegiatan kebersamaan, mahasiswa baru diajak memahami peran strategis mereka dalam menjaga martabat bahasa Indonesia sekaligus menghidupkan nilai humanisme dalam komunitas akademik. Nuansa sejuk Tawangmangu menjadi saksi terbentuknya komitmen baru menuju kedewasaan berpikir dan bertindak.

Secara esensial, Sarasmaru bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum transformatif. Di sinilah mahasiswa baru diperkenalkan pada kehidupan akademis, etika pergaulan, serta tanggung jawab moral sebagai bagian dari keluarga besar PBSI FKIP UMS. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk melahirkan generasi yang tidak hanya piawai dalam bahasa dan sastra, tetapi juga tegas dalam menjaga citra diri dan almamater.
Melalui Sarasmaru, PBSI FKIP UMS menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah sinergi antara pengetahuan, karakter, dan pengabdian. Harapannya, mahasiswa baru yang telah dibekali motivasi dan nilai-nilai luhur ini mampu melanjutkan perjalanan akademik dengan semangat berkarya, berprestasi, dan menginspirasi—mewujudkan cita-cita menjadi insan yang membawa manfaat bagi bangsa dan masyarakat.