Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Adalah Nuraini Aprilia Surbakti, mahasiswi dengan NIM A310230005, yang berhasil terpilih mengikuti program pertukaran pelajar di Universiti Malaysia Sabah (UMS Sabah).
Ayi, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini merupakan wujud nyata dari tekadnya untuk memperluas pengetahuan, pengalaman akademik, serta pemahaman lintas budaya di kancah internasional. Ia memilih Malaysia karena kesamaan budaya dan sistem pendidikan yang dirasa dekat dengan Indonesia, namun tetap menawarkan nuansa internasional yang kaya.
“Saya ingin menantang diri untuk belajar di lingkungan baru, memperluas jaringan pertemanan global, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi lintas budaya,” ujarnya antusias.
Perjalanan menuju program ini tidaklah singkat. Ayi memulai dari tahap pendaftaran, seleksi administrasi, hingga mengikuti pengarahan sebelum keberangkatan. Meskipun prosesnya cukup panjang, ia menjalaninya dengan penuh semangat. Dukungan senior dan lingkungan kampus menjadi motivasi tersendiri baginya.
“Banyak kakak tingkat yang memberi masukan dan bimbingan. Mereka membagikan pengalaman selama mengikuti program serupa, sehingga saya merasa lebih siap dan percaya diri,” tuturnya.
Tidak hanya itu, dukungan keluarga menjadi pilar utama dalam perjalanannya. “Restu dan doa orang tua sangat berarti. Mereka mendukung sepenuhnya, baik secara moral maupun kesiapan pribadi saya,” tambah Ayi.
Pihak Program Studi PBSI UMS juga memberikan peran penting melalui pendampingan administratif, penyediaan surat rekomendasi, hingga memastikan kesesuaian mata kuliah yang nanti akan dikonversi sekembalinya Ayi ke kampus. Hal ini menjadi wujud komitmen prodi dalam memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara global.
Terkait pilihannya pada Universiti Malaysia Sabah, Ayi mengungkapkan kekagumannya pada lingkungan kampus tersebut. Terletak di Kota Kinabalu, UMS dikenal memiliki suasana belajar yang nyaman serta pemandangan alam yang memukau.
“UMS itu unik. Kampusnya dekat dengan pantai, suasananya tenang, dan masyarakat Sabah terkenal sangat ramah serta multikultural,” jelasnya.
Selama mengikuti program, Ayi akan terlibat dalam kegiatan akademik sekaligus interaksi budaya bersama mahasiswa internasional. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan kariernya kelak.
“Saya ingin membawa nama baik UMS dan menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia juga mampu berkiprah di tingkat dunia,” pungkasnya penuh optimisme.
Melalui langkah ini, Ayi tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengejar kesempatan di ranah global.
