Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMS

PBSI FKIP UMS Hadirkan Pakar Kurikulum Nasional dalam Pengembangan Kurikulum 2026

Surakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Review dan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum PBSI Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam menyusun kurikulum yang akan diberlakukan pada Tahun Akademik 2026/2027 (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif yang melibatkan akademisi, pemangku kepentingan, alumni, mahasiswa, serta pengguna lulusan untuk memastikan kurikulum yang disusun relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar bidang Kurikulum Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., sebagai narasumber utama yang memberikan pandangan mengenai pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan lulusan dan perkembangan pendidikan masa kini.

Acara turut dihadiri Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., Wakil Dekan I FKIP UMS sekaligus dosen PBSI, Dr. Miftakhul Huda, M.Pd., serta Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran UMS yang juga dosen PBSI, Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd.. Hadir pula guru besar PBSI UMS, Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum. dan Prof. Dr. Markhamah, M.Hum., beserta jajaran pimpinan Program Studi PBSI FKIP UMS, yakni Yunus Sulistyono, M.A., Ph.D. selaku Ketua Program Studi, Gallant Karunia Assidik, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Program Studi, Drs. Zainal Arifin, M.Hum. selaku Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM), dan Dr. Main Sufanti, M.Hum. selaku Kepala Laboratorium PBSI. Seluruh dosen PBSI FKIP UMS juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Selain sivitas akademika, kegiatan ini menghadirkan berbagai stakeholder sebagai mitra strategis dalam proses peninjauan kurikulum. Mereka antara lain Siti Lestari, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta sekaligus pengguna lulusan), Sutarmo, S.Pd., M.Pd. (Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kota Surakarta), Roni Sulistiyono, M.Pd. (Ketua Program Studi PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan), serta Syifaul Arifin, M.Kom. (Pimpinan Redaksi Solopos Media Group). Forum ini juga melibatkan alumni dan mahasiswa aktif PBSI FKIP UMS agar masukan yang diperoleh mencerminkan kebutuhan nyata dari berbagai perspektif.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan bahwa revitalisasi kurikulum merupakan agenda penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan agar pendidikan tinggi mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

“Revitalisasi kurikulum ini sangat penting untuk menyesuaikan permintaan mahasiswa dalam perkembangan lulusan di dunia kerja di era modern ini,” ujar Prof. Anam.

Sementara itu, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum hendaknya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik, tetapi juga pada dampaknya terhadap kompetensi lulusan setelah memasuki dunia profesional.

“Penyesuaian kurikulum ini harapannya dapat berdampak bagi lulusan,” ungkap Prof. Anas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam merancang struktur kurikulum agar setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan.

“Dalam penyusunan kurikulum ini hendaknya selalu memperhatikan keseimbangan dalam menyesuaikan tiap-tiap mata kuliah yang akan ditawarkan kepada mahasiswa sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang nyata,” tambahnya.

Diskusi berlangsung secara dinamis dengan menghimpun berbagai masukan dari dosen, stakeholder, alumni, hingga mahasiswa. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari relevansi capaian pembelajaran lulusan (CPL), penguatan kompetensi pedagogis dan kebahasaan, integrasi teknologi serta kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, penguatan keterampilan abad ke-21, hingga peningkatan kolaborasi dengan dunia pendidikan, industri media, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kegiatan Review dan FGD Kurikulum ini, Program Studi PBSI FKIP UMS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Kurikulum yang akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berkarakter, serta siap berkontribusi dalam dunia pendidikan, industri kreatif, media, maupun berbagai bidang profesi lainnya.

Scroll to Top