CIRI, watak dan karakter yang dimiliki bangsa Indonesia, salah satunya tercermin pada Bahasa Indonesia. Identitas tersebut yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa yang lain.
Dunia pendidikan diselenggarakan, salah satu tujuannya untuk mempertahankan identitas nasional sehingga Indonesia dipandang sebagai sebuah bangsa.
Mari kita cermati kembali secara lebih seksama. Sudahkah tumbuh benih kesadaran nasional itu, yakni dengan berpikir untuk lebih mengutamakan bahasa Indonesia, bukan mengambil keputusan lebih mengutamakan bahasa lain guna dipelajari di bangku sekolah.
Bahasa Indonesia telah terbukti membangkitkan semangat nasional untuk bersatu menuju sebuah bangsa merdeka. Ada kandungan utama bahasa Indonesia yaitu sebagai pemersatu bangsa. Maka hal tersebut jangan sampai dikacaukan dengan semangat yang lain.
Penataan dalam dunia pendidikan lebih diperhatikan dan ditujukan kepada semangat nasionalisme sehingga tumbuh generasi kuat sebagai pilar kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.
Kemajuan sebuah bangsa dari segi budaya ditumbuhkan untuk mengimbangi kemajuan ekonomi. Gerakan cinta bahasa, cinta tanah air, dan cinta bangsa menjadi sendi-sendi kehidupan yang butuh perhatian khusus.
Bagaimana murid di sekolah diajari bahasa Indonesia? Guru-guru yang siap dan mantap secara kualitas, harus benar-benar dipersiapkan. Persiapan diawali dari proses pendidikan guru di perguruan tinggi yang menata program kegemilangan masa depan calon guru bahasa Indonesia.
Pemerintah harus mengawali dengan tangan terbuka, guna turut terlibat dalam penyiapan calon guru bahasa Indonesia. Kondisi mental positif, butuh perhatian bagi mahasiswa calon guru bahasa. Pernyataan-pernyataan yang tidak memberi kesegaran secara psikologis jangan sampai terlontar.
Duduk bersama dalam sebuah forum menjadi ajang terbaik untuk memberikan perhatian kepada calon guru bahasa Indonesia. Arah budaya yang sama antara badan bahasa dan bidang pendidikan menjadi harapan dalam membawa bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.
Selam aini, profesi sebagai guru bahasa Indonesia masih menjadi pilihan yang kesekian. Bisakah ada langkah untuk ‘’memperbaiki” pilihan tersebut? Misalnya menggeser pola pikir bahwa “menjadi guru bahasa Indonesia sebagai pilihan utama”.
Benar-benar bibit, lulusan sekolah menengah terbaik akan tertarik menjadi guru bahasa Indonesia. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, bila ada campur tangan pemerintah yang lebih cerdas dalam kerangka mempersiapkan lebih cerdas keunggulan bangsa.
Agus Budi Wahyudi
Dosen Prodi PBSI, MPBI, PBIPD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta
Berita ini tayang pada Laman: https://solo.suaramerdeka.com/opini/0517137013/identitas-bangsa