Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan akademik melalui penyelenggaraan kegiatan Temu Pembimbing Akademik. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa angkatan 2019, 2020, dan 2021 sebagai bagian dari upaya dalam mendukung kelancaran serta memonitor perkembangan studi mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana komunikatif dan kondusif ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan dosen Pembimbing Akademik (PA). Dalam forum tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal terkait perjalanan akademiknya, mulai dari progres perkuliahan, kendala yang dihadapi selama studi, hingga rencana strategis dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
Keprodi PBSI FKIP UMS, Yunus Sulistyono, Ph.D. menyampaikan bahwa Temu Pembimbing Akademik merupakan salah satu program penting yang bertujuan untuk memperkuat fungsi pembimbingan akademik di lingkungan Prodi PBSI FKIP UMS. Menurutnya, keberhasilan studi mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik individu, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi dan pendampingan yang diberikan oleh dosen pembimbing.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan pendampingan yang optimal. Tidak hanya sekadar memonitor, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa dalam proses penyelesaian studinya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berlangsung secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan arahan, tetapi juga aktif berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan dosen pembimbing. Berbagai persoalan yang diangkat meliputi kesulitan dalam penyusunan tugas akhir, pengambilan mata kuliah, manajemen waktu, hingga motivasi belajar yang kerap menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir.
Salah satu mahasiswa peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memberikan kejelasan arah studi. “Kami jadi lebih memahami apa yang harus dilakukan ke depan. Bimbingan langsung seperti ini membuat kami lebih percaya diri untuk menyelesaikan studi,” tuturnya.
Dosen Pembimbing Akademik juga menilai kegiatan ini sebagai sarana yang efektif untuk memahami kondisi mahasiswa secara lebih mendalam. Dengan adanya komunikasi yang intensif, dosen dapat memberikan arahan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa.
Selain sebagai sarana konsultasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media evaluasi terhadap capaian akademik mahasiswa. Data dan informasi yang diperoleh dari hasil dialog digunakan sebagai dasar untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung percepatan masa studi mahasiswa.
Lebih lanjut, kegiatan Temu Pembimbing Akademik ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dan berkelanjutan antara mahasiswa dan dosen. Interaksi yang terbangun tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi dapat terus berlanjut dalam proses pembimbingan akademik sehari-hari.
PBSI FKIP UMS memandang bahwa akselerasi kelulusan mahasiswa bukan sekadar pencapaian target waktu, tetapi juga bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu, berbagai program pendampingan akademik terus dikembangkan secara berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan ini.
Dengan terselenggaranya Temu Pembimbing Akademik, PBSI FKIP UMS semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembinaan mahasiswa secara holistik. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih terarah, termotivasi, dan mampu menyelesaikan studinya tepat waktu dengan hasil yang optimal, serta siap menghadapi tantangan di dunia profesional maupun masyarakat luas.