
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, UMS kembali menyelenggarakan DIKRAMA (Diskusi Ilmiah Interaktif Mahasiswa) #11 sebagai forum ilmiah yang mempertemukan gagasan, argumentasi, dan kritik akademik mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan rutin program studi yang dirancang untuk melatih mahasiswa menyusun artikel ilmiah yang baik dan mempresentasikan di depan audiens sekaligus melatih softskill keterampilan berbicara yang baik.
“Forum DIKRAMA ini gunakan semaksimal mungkin untuk menggali pendalaman kajian yang disusun dengan mempresentasikannya pada forum ini akan memberikan masukan positif dari audiens,” ungkap Yunus Suilstyono, Kaprodi PBSI FKIP UMS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan rutin program studi yang dirancang untuk melatih mahasiswa menyusun artikel ilmiah yang baik dan mempresentasikan di depan audiens sekaligus melatih softskill keterampilan berbicara yang baik.
“Kalian (mahasiswa audiens) boleh tanyakan dan beri masukan membangun apapun terkait apa yang disajikan oleh pemakalah. Hal itu akan memberikan pengalaman dan ilmu yang lebih mendalam bagi kalian (penanya) dan pemakalah yang menjajikan,” ungkapnya dalam sambutan pembuka
Acara yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut menghadirkan lima mahasiswa pemakalah yang mempresentasikan artikel ilmiah dan proposal skripsi mereka di hadapan dosen serta mahasiswa peserta. Kegiatan diawali dengan sambutan dan arahan dari Kaprodi PBSI FKIP UMS, Yunus Sulistyono, M.A., Ph.D., yang menegaskan pentingnya budaya diskusi ilmiah sebagai bagian dari proses pembentukan akademisi yang kritis dan produktif.
Makalah pertama yang dipresentasikan berjudul Bentuk Emosi Tokoh Utama dalam Novel Asih Karya Risa Saraswati sebagai Bahan Ajar Manajemen Emosi Bermedia YouTube yang disusun oleh mahasiswa PBSI, Aina Rahma Sabila. Penelitian tersebut mengkaji representasi emosi tokoh utama dalam novel Asih karya Risa Saraswati serta relevansinya sebagai bahan ajar manajemen emosi berbasis media digital, khususnya YouTube. Kajian ini memadukan analisis sastra dengan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara itu, paper kedua berjudul “Representasi Romansa Puisi Sonnet 18 karya William Shakespeare (1609) dan Puisi Padamu Jua karya Amir Hamzah (1937): Kajian Strukturalisme” dipresentasikan secara berkelompok oleh tiga mahasiswa, yakni Puspita Dewi Apriliani, Titan Sukma Nurserin, dan Nanda Dwi Setyaningrum. Penelitian tersebut membandingkan representasi romansa dalam dua karya sastra lintas zaman dan budaya melalui pendekatan strukturalisme, sehingga memperlihatkan persinggungan nilai estetika dan makna cinta dalam konteks yang berbeda.
Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa yang hadir sebagai audiens aktif mengajukan pertanyaan, memberikan sanggahan, serta menyampaikan masukan konstruktif terhadap setiap makalah yang dipresentasikan. Suasana forum yang dinamis menunjukkan tingginya minat dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik.
DIKRAMA #11 diharapkan mampu meningkatkan kualitas proposal skripsi dan artikel ilmiah luaran mata kuliah mahasiswa sebelum memasuki tahap penelitian lebih lanjut. Forum ini menjadi ruang evaluasi dini yang membantu mahasiswa memperbaiki kerangka teori, ketepatan metodolpgi, serta kedalaman analisis data yang dilakukan. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kontribusi keilmuan yang berdampak. Kegiatan DIKRAMA juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih produktif dalam publikasi ilmiah. Artikel yang dipresentasikan berpotensi dikembangkan menjadi karya yang siap dipublikasikan pada jurnal ilmiah mahasiswa maupun forum akademik lainnya. Hal ini selaras dengan upaya peningkatan reputasi akademik program studi.