Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMS

Guru Besar Prodi PBSI FKIP UMS Peraih Pendanaan Skema Sinergi – Hilirisasi Riset Sosial Tahun Anggaran 2026

Pencapaian membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Guru Besar sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMS, berhasil meraih pendanaan dalam Skema SINERGI – Hilirisasi Riset Sosial Tahun Anggaran 2026. Prestasi ini bukan sekadar kabar baik bagi institusi, tetapi juga menjadi penanda penting menguatnya peran riset sosial dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam lanskap pendidikan tinggi saat ini, orientasi riset tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah semata. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan riset yang berdampak langsung, dapat diterapkan, dan memberi solusi konkret bagi berbagai persoalan sosial. Skema SINERGI hadir sebagai jawaban atas tuntutan tersebut, dengan mendorong hilirisasi yakni proses membawa hasil riset dari ranah akademik menuju implementasi nyata di tengah masyarakat.

Keberhasilan Prof. Harun menunjukkan bahwa bidang bahasa dan sastra memiliki daya tawar yang kuat dalam konteks hilirisasi riset sosial. Selama ini, riset di bidang sosial-humaniora kerap dianggap abstrak dan kurang aplikatif. Namun, melalui pendekatan yang tepat, kajian kebahasaan justru mampu berkontribusi dalam penguatan literasi, pendidikan karakter, hingga pengembangan komunikasi publik yang efektif.

Lebih dari itu, capaian ini mencerminkan komitmen PBSI FKIP UMS dalam membangun tradisi akademik yang produktif dan relevan. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan inovasi berbasis riset. Dengan dukungan pendanaan ini, diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat menjangkau masyarakat luas, baik dalam bentuk kebijakan, program pendidikan, maupun praktik sosial yang berkelanjutan.

Dalam perspektif yang lebih luas, keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi para akademisi lainnya untuk terus mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki nilai guna. Hilirisasi riset sosial adalah jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat—sebuah langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak.

Scroll to Top