
Kabar gembira dan membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Salah satu dosennya, Dr. Tri Santoso, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih pendanaan dalam skema Program Penelitian Baru dan Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun Anggaran 2026. Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga mencerminkan arah strategis penguatan riset berbasis dampak di lingkungan akademik.
Judul penelitian yang diusung, “Model Literasi Sosiopragmatik Multimodal untuk Mitigasi Polarisasi Wacana Sosial dalam Interaksi Daring”, terasa sangat kontekstual dengan realitas komunikasi digital saat ini. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya polarisasi opini di ruang publik digital, pendekatan literasi yang tidak hanya tekstual, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, konteks, dan multimodalitas menjadi kebutuhan mendesak.
Pendanaan RIKUB sendiri dikenal sebagai skema yang mendorong riset kolaboratif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi mampu melahirkan model literasi yang aplikatif baik dalam dunia pendidikan, kebijakan publik, maupun praktik komunikasi digital sehari-hari.
Bagi Prodi PBSI FKIP UMS, capaian ini memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan keilmuan bahasa yang responsif terhadap dinamika zaman. Lebih jauh, ini juga menjadi bukti bahwa kajian bahasa dan sastra memiliki peran strategis dalam menjawab problem sosial kontemporer.
Keberhasilan ini semestinya menjadi pemantik bagi sivitas akademika lainnya untuk terus menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak luas. Di tengah tantangan era digital, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial. Dengan riset seperti yang dilakukan Dr. Tri Santoso, M.Pd. harapan akan terciptanya ruang digital yang lebih sehat, dialogis, dan inklusif bukanlah hal yang utopis. Literasi yang kuat adalah fondasi, dan penelitian adalah jalannya.